Posted by: mastinmaya | May 14, 2008

PENDIDIKAN YANG TERBELENGGU

Kemarin seorang teman sedang berkeluh kesah,anaknya tiba-tiba sakit,suhu badan naik turun,padahal minggu depan dia menghadapi UAN.Ternyata hal ini tidak dialami teman saya seorang,anak diblok sebelah pun mengalami hal yang serupa,sakit panas mendadak.Mungkin masih banyak ibu-ibu lain yang juga panik karena anak-anak mereka tiba-tiba sakit menjelang ujian yang tinggal menghitung hari.

Teman saya mengatakan dia telah pergi kedokter,dan dokter bilang bahwa anaknya stresss dan kecapaian sehinnga butuh istirahat.Sebuah dilema,jika istirahat maka harus berhenti atau mengurangi porsi belajar,lalu bagaimana dengan ujiannya??? namun jika diteruskan juga tidak baikkondisinya.Bingung sekali dia…

Melihat hal ini saya jadi ikut gelisah. Ada sebuah pertanyaan besar dalam diri saya”mengapa hal ini bisa terjadi???”. Mengapa UAN menjadi momok yang sangat menakutkan baik bagi anak,orangtua maupun para pendidik,”ADA APA DENGAN PENDIDIKAN INDONESIA?!”. Jika memang proses pendidikan telah berlangsung dengan baik tidak akan ada anak-anak dan orangtua yang stresss,tidak akan ada pembocoran kunci jawaban atau kecurangan-kecurangan lain yang dilakukan pihak sekolah dan pihak-pihak lain terkait sebagaimana banyak dilansir oleh media.

Jika dilihat dalam kurikulum yang selalu berubah dari tahun ke tahun tapi semakin tidak jelas kemana arahnya,membuat saya ngeri membayangkan pendidikan macam apa yang akan dihadapi anak saya kelak.Apakah lebih baik dari yang saya dapatkan dulu atau kah dia semakinh terbelenggu denga berbagai kebijakan pemerintah yang tidak mendidik.Bayangkan saja,dari SD kelas I yang seharusnya merupakan masa transisi dari dunia bermain ke dunia belajar sudah banyak beban yg ditanggung.Berbagai materi dan tugas2 sudah menumpuk.Dan, beban ini akan terus berlangsung hingga mereka SMA.Namun sangat tidak adil,ketika penilaian prestasi akademik mereka hanya digantungkan pada 3 mata pelajaran saja,lalu untuk apa mereka belajar begitu banyak materi jika tidak diperhitungkan. Apakah mereka yang tidak bisa matematika adalah anak yang bodoh….,atau mereka ygang tidak menguasai bahasa Inggris atau Indonesia dengan baik adalah anak-anak yang gagal…

Dunia pendidikan seharusnya mencerdaskan generasi-generasi yang baru sehinnga menjadikan mereka anak-anak yang kreatif dan handal.Namun sepertinya hal ini masih merupakan angan-angan saja selama kebijakan pendidikan masih mengesampingkan pendidikan moral,pembentukan kepribadian dan penghargaan terhadap prestasi-prestasi seni,kreatifitas dan lainnya. Selama UAN sebagai barometer prestasi akademik masih menjadi momok maka selama itu pula kita terbelenggu dalam pendidikan yang tidak jelas.

Semoga ada saat pembuat kebijakan tersadar akan pentingnya pendidikan yang bisa membebaskan dari rasa takut,yang membebaskan kreatifitas,yang menghargai prestasi dibidang apapun.Karena dari dunia pendidikan yang benar akan lahir generasi-generasi handal yang akan menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan korupsi,kolusi dan lain sebagainya.

Untuk anakku:

semoga bunda dan papa dapat memberikan apa yang terbaik untukmu

semoga pada masamu kelak,pendidikan akan lebih bersahabat:-)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.